Program Perkuliahan Karyawan
TANRI ABENG UNIVERSITY JAKARTA

TANRI ABENG UNIVERSITY JAKARTA

TAU
Berita

Mengapa Bisnis Mulai Sulit Bertahan di Tahun Ke-3? Ini Strategi agar Bisnis Bisa Scale Up!

Mengapa bisnis mulai sulit bertahan di tahun ke-3? Kenali tantangan scale up dan pentingnya strategi, risiko, keuangan, serta kuliah S2 Administrasi Bisnis.

Mengapa Bisnis Mulai Sulit Bertahan di Tahun Ke-3? Ini Strategi agar Bisnis Bisa Scale Up!

Memulai bisnis membutuhkan keberanian, tetapi mempertahankannya dalam jangka panjang membutuhkan lebih dari sekadar modal dan keberanian. Ketika bisnis berkembang, pemilik usaha harus menghadapi persoalan yang semakin kompleks, mulai dari keuangan, sumber daya manusia, persaingan, hingga keputusan ekspansi.

Data U.S. Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan bahwa dari bisnis yang berdiri pada 2013, sekitar 61,4% masih bertahan pada tahun ketiga. Angka tersebut turun menjadi 50,6% pada tahun kelima dan 34,7% pada tahun kesepuluh. Data ini memang bukan gambaran khusus Indonesia, tetapi menunjukkan bahwa mempertahankan bisnis dalam jangka panjang bukan perkara mudah.

Lantas, apa yang membuat bisnis mulai menghadapi tantangan ketika memasuki fase pertumbuhan?

Mengapa Tahun Ketiga Bisa Menjadi Fase Penting bagi Sebuah Bisnis?

Tahun ketiga bukan batas pasti sebuah bisnis akan gagal. Namun, setelah melewati fase awal, bisnis biasanya mulai membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih kuat.

Jika sebelumnya pemilik masih dapat menangani sebagian besar pekerjaan sendiri, pertumbuhan jumlah pelanggan, transaksi, karyawan, atau cabang membuat pola tersebut semakin sulit dipertahankan. Bisnis mulai membutuhkan sistem operasional, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, struktur organisasi, dan manajemen risiko yang lebih terarah.

Baca juga: S2 Administrasi Bisnis: Pilih Kampus Dekat Rumah atau Kantor?

Apa yang Berubah Ketika Bisnis Mulai Scale Up?

Scale up bukan sekadar meningkatkan penjualan. Pertumbuhan bisnis juga harus diikuti kemampuan mengelola sumber daya dan mengambil keputusan secara lebih terstruktur.

Ketika pelanggan bertambah, misalnya, perusahaan membutuhkan sistem pelayanan yang lebih baik. Ketika karyawan semakin banyak, diperlukan pembagian tanggung jawab dan kepemimpinan yang jelas. Sementara ketika ingin melakukan ekspansi, keputusan perlu mempertimbangkan kondisi keuangan, risiko, pasar, dan potensi keuntungan.

Mengapa Manajemen Risiko dan Keuangan Penting bagi Pengusaha?

Pertumbuhan bisnis selalu memiliki risiko. Ekspansi yang terlalu cepat dapat meningkatkan beban perusahaan, sedangkan keputusan investasi yang kurang tepat dapat memengaruhi kondisi keuangan.

Pengusaha karena itu perlu memahami manajemen risiko, pembiayaan, pengambilan keputusan keuangan, dan investasi. Kemampuan tersebut membantu menilai berbagai pilihan sebelum mengambil keputusan yang berdampak besar terhadap bisnis.

Baca juga: Pembayaran Formulir Digital Business Management TAU: Rp250.000 dan Tahapnya

Mengapa S2 Administrasi Bisnis Bisa Membantu Mengembangkan Kemampuan Manajerial?

S2 Administrasi Bisnis dapat menjadi pilihan bagi profesional maupun pengusaha yang ingin memahami bisnis pada tingkat lebih strategis.

Di Tanri Abeng University (TAU), program Professional MBA mencakup materi seperti Strategic Management & Decision Making, Corporate Governance & Business Risk, Financing The Corporation, Digital Marketing, serta Technology & Innovation Management.

Materi tersebut berkaitan langsung dengan berbagai persoalan yang muncul ketika bisnis berkembang, seperti menentukan strategi, mengelola risiko, mengatur pendanaan, serta memanfaatkan teknologi dan berinovasi.

Networking Juga Penting untuk Mengembangkan Bisnis

Mengembangkan bisnis tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga jejaring dengan profesional, praktisi bisnis, dan sesama pengusaha. Lingkungan pembelajaran di TAU menggabungkan wawasan akademik dengan pengalaman praktisi, sehingga mahasiswa dapat memahami penerapan manajemen dalam dunia bisnis.

Tanri Abeng University (TAU) adalah perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan yang berfokus pada kepemimpinan, manajemen, bisnis, teknologi, komunikasi, arsitektur, dan rekayasa. Didirikan pada 7 Maret 2011 oleh Dr. Tanri Abeng, MBA., TAU dirancang untuk menyiapkan pemimpin dan manajer profesional yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan tagline “Career Ready Professional”, TAU berkomitmen membekali mahasiswa dengan kompetensi profesional, kepemimpinan, dan pola pikir bisnis untuk menghadapi dunia kerja.

Baca juga: Perkiraan Biaya Hidup Mahasiswa di Jakarta Selatan untuk Peserta RPL

Temukan Pilihan Kuliah S2 Administrasi Bisnis di Tanri Abeng University

Jika kamu sedang mencari pilihan S2 Administrasi Bisnis untuk memperkuat kemampuan manajerial, strategi bisnis, dan mendukung rencana pengembangan karier atau bisnis, cari informasi lebih lengkap mengenai program perkuliahan melalui kelaskaryawan.id dan tanriabenguniversity.id. Kamu juga bisa mengikuti Instagram Tanri Abeng University serta Channel WhatsApp Komunitas Kuliah untuk mendapatkan informasi terbaru seputar program dan kegiatan perkuliahan.

Sudah siap mengembangkan kemampuan bisnis dan karier? Cari tahu lebih lanjut dan daftar kuliah secara online untuk memulai langkahmu bersama Tanri Abeng University. Karena Perubahan Dimulai dari #BeraniKuliah.