Program Perkuliahan Karyawan
TANRI ABENG UNIVERSITY JAKARTA

TANRI ABENG UNIVERSITY JAKARTA

TAU
Jurusan

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan Sistem Informasi

Kenali minat sebelum memilih Sistem Informasi lewat pengalaman kerja, pemetaan proses, analisis kebutuhan pengguna, dan hubungan teknologi dengan bisnis.

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan Sistem Informasi

Menggunakan aplikasi setiap hari belum tentu membuat seseorang memahami bagaimana sebuah sistem bekerja.

Kamu mungkin sudah terbiasa menginput data, mengolah spreadsheet, menjalankan aplikasi internal perusahaan, membuat laporan, atau membantu kebutuhan administrasi tim. Namun, ketika sistem berubah atau muncul kebutuhan baru, kamu mungkin mulai bertanya bagaimana sebuah aplikasi sebenarnya dirancang agar sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Dari situ, minat terhadap Sistem Informasi bisa mulai terlihat.

Jurusan Sistem Informasi tidak hanya berkaitan dengan komputer atau pemrograman. Bidang ini juga mempelajari bagaimana teknologi, data, pengguna, dan proses bisnis saling terhubung.

Karena itu, untuk mengenali minat sebelum memilih Jurusan Sistem Informasi, kamu bisa mulai dari pengalaman kerja sendiri.

Amati aktivitas yang membuatmu penasaran, catat masalah yang sering muncul, coba memetakan satu proses kerja sederhana, lalu lihat apakah kamu tertarik memahami hubungan antara kebutuhan bisnis dan sistem yang digunakan.

 

Saat Menggunakan Aplikasi, Apa yang Ingin Kamu Pahami Lebih Jauh?

Bayangkan kamu sedang mengerjakan laporan menggunakan sebuah aplikasi perusahaan.

Kamu memasukkan data, memilih menu tertentu, lalu sistem menghasilkan informasi yang dibutuhkan.

Bagi sebagian orang, proses tersebut selesai sampai di sana.

Tetapi ada juga yang mulai bertanya:

Dari mana data ini berasal?

Mengapa pengguna harus melalui beberapa langkah untuk menyelesaikan satu pekerjaan?

Mengapa informasi tertentu tersedia, sementara informasi lain harus diolah secara manual?

Bisakah proses ini dibuat lebih sederhana?

Apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pengguna agar pekerjaannya lebih cepat?

Pertanyaan seperti ini dekat dengan cara berpikir dalam Sistem Informasi.

Kamu tidak hanya melihat aplikasi sebagai alat yang harus digunakan, tetapi mulai melihat hubungan antara teknologi dan kebutuhan orang yang menggunakannya.

Inilah salah satu titik yang bisa membantu mengenali minat.

Jika kamu sering penasaran mengapa sebuah sistem dirancang dengan cara tertentu atau bagaimana teknologi dapat membantu proses kerja menjadi lebih baik, ada bidang yang layak dieksplorasi lebih jauh.

Baca juga: Kenali Program S1 Sistem Informasi TAU

 

Gunakan Rutinitas Kerja untuk Mengenali Minat Sistem Informasi

Pengalaman sebagai staf administrasi data dapat menjadi bahan belajar yang cukup kaya.

Setiap hari, kamu berhadapan dengan informasi, prosedur, aplikasi, dokumen, dan kebutuhan orang lain.

Coba kelompokkan pengalaman tersebut menjadi tiga bagian.

Pertama, aktivitas yang membuatmu penasaran.

Misalnya, kamu tertarik melihat bagaimana data berpindah dari satu bagian ke bagian lain, bagaimana sebuah laporan dibuat, atau bagaimana aplikasi dapat membantu pekerjaan tim.

Kedua, aktivitas yang hanya dilakukan karena menjadi bagian dari pekerjaan.

Kamu mampu mengerjakannya, tetapi setelah tugas selesai tidak ada keinginan untuk memahami prosesnya lebih jauh.

Ketiga, aktivitas yang tetap membuatmu berpikir setelah pekerjaan selesai.

Misalnya, kamu masih memikirkan mengapa satu data harus dimasukkan berkali-kali ke aplikasi berbeda.

Kamu bertanya apakah proses persetujuan dapat dibuat lebih singkat.

Atau kamu mulai membayangkan fitur apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tim agar pekerjaannya menjadi lebih mudah.

Bagian ketiga ini menarik karena menunjukkan adanya rasa ingin tahu.

Minat terhadap Sistem Informasi sering kali tidak muncul dari keinginan “belajar komputer” saja, tetapi dari keinginan memahami bagaimana sistem dapat membantu kebutuhan nyata.

 

Jangan Hanya Mengukur Minat dari Kemampuan Coding

Salah satu anggapan yang sering muncul adalah bahwa orang yang masuk Sistem Informasi harus sudah pandai membuat program.

Padahal, pemrograman hanyalah salah satu bekal yang dapat dipelajari.

Sistem Informasi berada pada pertemuan antara teknologi dan kebutuhan organisasi.

Artinya, selain memahami dasar teknologi, kamu juga perlu belajar melihat proses bisnis, kebutuhan pengguna, aliran data, serta persoalan yang ingin diselesaikan.

Karena itu, jangan hanya bertanya:

“Apakah saya sudah bisa coding?”

Coba ubah menjadi:

“Apakah saya tertarik memahami bagaimana teknologi dapat membantu pekerjaan dan kebutuhan bisnis?”

Pertanyaan ini lebih dekat dengan karakter Sistem Informasi.

Jika selama bekerja kamu sering melihat proses yang tidak efisien dan mulai berpikir bagaimana sistem dapat membantu, rasa penasaran tersebut dapat menjadi titik awal yang kuat.

Kemampuan teknis dapat berkembang melalui proses belajar.

Yang perlu kamu perhatikan terlebih dahulu adalah apakah proses memahami masalah dan mencari solusi berbasis sistem terasa menarik bagimu.

 

Coba Petakan Satu Alur Pekerjaan

Ada latihan sederhana yang bisa digunakan untuk mengeksplorasi minat terhadap Sistem Informasi.

Pilih satu proses kerja yang cukup familiar.

Misalnya proses pengajuan cuti.

Tuliskan alurnya:

Karyawan mengajukan cuti.

Atasan menerima permintaan.

Atasan memeriksa jadwal tim.

Permintaan disetujui.

Data cuti diperbarui.

HR menerima informasi.

Setelah menuliskan proses tersebut, mulai tanyakan beberapa hal.

Informasi apa yang dibutuhkan oleh karyawan?

Informasi apa yang dibutuhkan oleh atasan?

Data apa yang harus disimpan?

Di bagian mana proses berpotensi lambat?

Apa yang terjadi jika informasi tidak diperbarui?

Bagian mana yang dapat dibantu oleh sistem?

Dari latihan sederhana ini, kamu mulai berpikir bukan hanya sebagai pengguna aplikasi, tetapi sebagai seseorang yang mencoba memahami kebutuhan pengguna dan alur bisnis.

Selanjutnya, perhatikan bagian mana yang paling menarik bagimu.

Apakah memahami kebutuhan orang?

Memetakan proses?

Mencari masalah?

Mengatur informasi?

Atau membayangkan bentuk sistem yang dapat membantu proses tersebut?

Jawaban itu dapat memberi gambaran awal mengenai bidang yang ingin kamu pelajari.

 

Dari Pengguna Aplikasi Menuju Orang yang Memahami Kebutuhan Sistem

Banyak pekerja terbiasa menggunakan perangkat lunak tanpa perlu mengetahui bagaimana aplikasi tersebut dibuat.

Hal itu wajar.

Namun, setelah cukup lama bekerja, mungkin kamu mulai melihat keterbatasan.

Ada proses yang terlalu panjang.

Ada data yang harus dimasukkan berulang kali.

Ada informasi yang sulit ditemukan.

Ada laporan yang sebenarnya bisa dibuat otomatis.

Pada tahap ini, pertanyaannya mulai bergeser.

Bukan hanya:

“Bagaimana cara menggunakan fitur ini?”

Tetapi:

“Mengapa sistemnya dirancang seperti ini?”

Dan kemudian:

“Bagaimana seharusnya sistem dibuat agar sesuai dengan kebutuhan pengguna?”

Perubahan cara berpikir ini dekat dengan bidang Sistem Informasi.

Kamu mulai bergerak dari orang yang sekadar menjalankan aplikasi menuju seseorang yang memahami kebutuhan di balik sebuah sistem.

 

Cocokkan Rasa Ingin Tahu dengan yang Dipelajari di S1 Sistem Informasi

Setelah melakukan beberapa refleksi, lihat pola dari pertanyaan yang muncul.

Jika kamu tertarik memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan pengguna, kamu dapat mulai mengenal analisis kebutuhan.

Jika kamu penasaran bagaimana pekerjaan berjalan dari satu bagian ke bagian lain, kamu dapat mengeksplorasi proses bisnis.

Jika kamu ingin memahami bagaimana data, aplikasi, pengguna, dan prosedur saling berhubungan, kamu mulai masuk ke dasar Sistem Informasi.

S1 Sistem Informasi mempelajari perpaduan teknologi, data, dan proses bisnis.

Artinya, bidang ini tidak berdiri hanya di sisi teknologi.

Mahasiswa juga belajar memahami kebutuhan organisasi dan bagaimana sistem dapat dirancang untuk mendukung proses tersebut.

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki masalah dalam pencatatan stok.

Masalah tersebut tidak selalu selesai hanya dengan membuat aplikasi.

Kamu perlu memahami bagaimana proses stok berjalan, siapa yang memasukkan data, informasi apa yang dibutuhkan, bagaimana kesalahan bisa terjadi, dan seperti apa solusi yang paling sesuai.

Cara melihat masalah secara menyeluruh inilah yang menjadi bagian penting dalam Sistem Informasi.

Baca juga: Pelajari S1 Sistem Informasi Tanri Abeng University Jakarta

 

Buat Peta Minat dari Masalah Digital di Tempat Kerja

Agar refleksi lebih konkret, kamu bisa menggunakan format sederhana:

Pengalaman → Pertanyaan → Bidang yang ingin dipelajari

Contohnya:

Pengalaman: harus menginput data yang sama ke beberapa aplikasi.

Pertanyaan: mengapa data tidak bisa terhubung secara otomatis?

Bidang yang ingin dipelajari: sistem informasi dan integrasi proses.

Contoh lainnya:

Pengalaman: laporan membutuhkan banyak proses manual.

Pertanyaan: data apa yang sebenarnya dibutuhkan dan bagaimana sistem dapat membantu menyusunnya?

Bidang yang ingin dipelajari: analisis kebutuhan dan pengelolaan data.

Atau:

Pengalaman: pengguna sering kesulitan menggunakan aplikasi internal.

Pertanyaan: bagaimana kebutuhan pengguna seharusnya diterjemahkan menjadi fungsi sistem?

Bidang yang ingin dipelajari: analisis kebutuhan.

Latihan ini membantu kamu melihat hubungan antara pengalaman sehari-hari dengan materi yang dipelajari dalam Sistem Informasi.

 

Minat Sistem Informasi Bisa Muncul dari Rasa Kesal pada Proses Kerja

Tidak semua minat muncul dari aktivitas yang terasa menyenangkan.

Kadang justru muncul dari rasa terganggu oleh masalah yang terus berulang.

Kamu mungkin pernah berpikir:

“Kenapa data ini harus diketik ulang?”

“Kenapa untuk mencari satu informasi harus membuka tiga aplikasi?”

“Kenapa proses persetujuan ini begitu panjang?”

“Kenapa sistem tidak menampilkan informasi yang sebenarnya dibutuhkan?”

Rasa kesal terhadap proses yang tidak efisien dapat berubah menjadi rasa ingin tahu.

Kamu mulai mencoba memahami penyebabnya.

Apakah masalahnya pada sistem?

Pada alur kerja?

Pada cara data dikelola?

Atau pada kebutuhan pengguna yang sejak awal tidak terpetakan dengan baik?

Cara berpikir seperti ini relevan dengan Sistem Informasi karena persoalan teknologi sering kali berkaitan langsung dengan proses dan manusia yang menggunakannya.

 

Dari Staf Administrasi Data Menuju Penghubung Bisnis dan Teknologi

Salah satu kemampuan yang menarik dalam bidang Sistem Informasi adalah kemampuan memahami dua sisi sekaligus.

Di satu sisi ada kebutuhan bisnis.

Di sisi lain ada teknologi.

Orang yang memahami kedua sisi dapat membantu menerjemahkan persoalan pekerjaan menjadi kebutuhan sistem.

Misalnya, bagian operasional mengatakan:

“Kami kesulitan mengetahui status permintaan pelanggan.”

Orang dengan cara berpikir Sistem Informasi tidak langsung berhenti pada permintaan “buatkan aplikasi”.

Ia perlu mencari tahu:

Informasi apa yang dibutuhkan?

Siapa yang menggunakannya?

Dari mana datanya berasal?

Kapan informasi harus diperbarui?

Siapa yang memiliki hak akses?

Bagaimana alur pekerjaan berjalan sekarang?

Dari pertanyaan tersebut, kebutuhan bisnis mulai diterjemahkan menjadi rancangan sistem.

Bagi pekerja administrasi data yang selama ini berada dekat dengan proses kerja sehari-hari, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk memahami kebutuhan pengguna secara lebih nyata.

 

Kenali S1 Sistem Informasi Kelas Karyawan TAU

Jika setelah melakukan eksplorasi kamu semakin tertarik memahami hubungan antara teknologi, data, pengguna, dan proses bisnis, kamu dapat mulai melihat pilihan pendidikan formal.

Tanri Abeng University Jakarta atau TAU memiliki Program S1 Sistem Informasi Kelas Karyawan (P2K).

Program ini mempelajari perpaduan teknologi, data, dan proses bisnis. Gelar yang diperoleh setelah menyelesaikan program adalah Sarjana Komputer (S.Kom.).

Institusi Tanri Abeng University Jakarta tercatat memiliki akreditasi Baik Sekali, sedangkan Program Studi S1 Sistem Informasi tercatat berakreditasi Baik.

Perkuliahan tersedia melalui metode Blended Learning dan Hybrid Learning.

Jadwal kelas yang tercantum adalah:

Senin: 18.00–21.00

Selasa: 18.00–21.00

Rabu: 18.00–21.00

Kamis: 18.00–21.00

Jumat: 18.00–21.00

Sabtu: 10.00–13.00

Pilihan kelas tersebut dapat memberi ruang bagi pekerja untuk tetap menjalankan aktivitas profesional sambil melanjutkan pendidikan.

Untuk pembiayaan, tercantum biaya formulir Rp250.000 dan biaya herregistrasi Rp1.500.000.

Total biaya awal pada simulasi adalah Rp1.750.000. Tersedia pula simulasi enam kali angsuran sebesar Rp1.500.000 per bulan.

Baca juga: Informasi S1 Sistem Informasi TAU

Informasi kampus secara umum juga dapat dilihat melalui website Tanri Abeng University Jakarta.

 

Mulai dari Satu Proses yang Menurutmu Bisa Dibuat Lebih Baik

Mengenali minat sebelum memilih Jurusan Sistem Informasi tidak harus dimulai dengan belajar membuat aplikasi.

Kamu bisa mulai dari proses kerja yang sudah sangat dikenal.

Pilih satu aktivitas.

Petakan langkah-langkahnya.

Cari bagian yang terasa lambat, berulang, atau membingungkan.

Lalu tanyakan:

Informasi apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh orang yang menjalankan proses ini, dan bagaimana sebuah sistem bisa membantu?

Jika pertanyaan tersebut membuatmu tertarik mencari jawaban, mencoba membuat alur, memahami kebutuhan pengguna, atau memikirkan hubungan data dengan pekerjaan, berarti ada minat yang dapat dikembangkan.

Pengalamanmu sebagai pengguna sistem sudah menjadi modal.

 

Pendidikan dapat membantu mengubah pengalaman tersebut menjadi pemahaman yang lebih terstruktur tentang bagaimana teknologi, data, dan proses bisnis saling berhubungan.

Pelajari S1 Sistem Informasi di TAU, lalu pilih masalah digital dari pengalaman kerjamu yang paling ingin kamu pahami lebih jauh.